Highlight

Jawa Barat Resmi Perpanjang PSBB Bodebek Selama 14 Hari

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memastikan jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota dan Kabupaten Bogor, Kota Depok, serta Kota dan Kabupaten Bekasi (Bodebek) akan diperpanjang selama 14 hari ke depan mulai Rabu 29 April mendatang.
"PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai Rabu besok, sudah diputuskan," kata dia, di Bandung, dikutip dari Antara, Selasa (28/4/2020).
Adapun sejak PSBB diterapkan pada 15 April lalu di Bodebek, Kang Emil biasa disapa menyatakan, terjadi penurunan tren persebaran penularan virus corona, terutama di tiga wilayah, yaitu Kota dan Kabupaten Bogor serta Depok.
Namun, menurutnya, masih terdapat kenaikan kasus di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, sehingga menjadi salah satu alasan diperlukannya perpanjangan masa PSBB di Bodebek.
"Jadi berita (kabar) ini highlight-nya, PSBB Bodebek berhasil khususnya di tiga wilayah," katanya.
Menurutnya secara umum terjadi penurunan kasus Covid-19 hingga 38,5 % di PSBB Jabodetabek.
"Artinya PSBB dianggap baik dan berhasil menekan persebaran COVID-19," ujar dia.
Selain PSBB di Bodebek, Ridwan Kamil juga menyebut, pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan evaluasi penerapan PSBB di Bandung Raya yang hingga Senin (27/4) baru memasuki hari keenam.
Ia mengatakan, status perpanjangan PSBB Bandung Raya akan diputuskan minggu depan.
"Hal yang sama akan kami evaluasi pada minggu depan untuk PSBB Bandung Raya," kata dia.
Ridwan Kamil juga melaporkan perkembangan kasus di Jawa Barat. Hingga Rabu (24/7) pukul 16:43 WIB, terdapat 912 kasus positif virus corona, 93 orang sembuh, dan 77 orang meninggal dunia.
Sementara terdapat total 39.043 Orang yang termasuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dengan 8.935 orang masih dalam proses pemantauan, serta 4.373 dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 2.049 orang masih dalam pengawasan.
"Lalu terkait penanganan kesehatan secara umum, sudah hampir 100 ribu tes masif yang kami lakukan dengan metode RDT (Rapid Diagnostic Test) hasilnya 2.000-an positif, akan kita tindak lanjuti dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction)," ujar dia.
sumber rri.co.id