Highlight

Wabah Covid-19 Belum Habis, Kabupaten Bandung Sampai Klaten Diterjang Banjir


KBRN, Jakarta : Lengkap sudah penderitaan, di tengah wabah virus Corona, hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tujuh kecamatan terendam banjir sehingga pemerintah setempat harus mengungsikan ribuan warga ke tempat aman.
Tujuh kecamatan yang terendam banjir itu terdiri dari Kecamatan Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 10-280 sentimeter, Kecamatan Baleendah dengan ketinggian air mencapai 20-290 sentimeter, Kecamatan Cangkuang dengan ketinggian air mencapai 30-120 sentimeter, Kecamatan Ciparay ketinggian air 30-80 sentimeter, Kecamatan Rancaekek dengan ketinggian air 120 sentimeter, Kecamatan Bojongsoang ketinggian air mencapai 40-190 sentimeter, dan Kecamatan Solokanjeruk dengan ketinggian air mencapai 10-150 sentimeter.
"Terdampak banjir ada 11.932 rumah terendam, 50 tempat ibadah, 29 sekolah. Kemudian 1.173 KK (Kepala Keluarga) atau 3,399 jiwa mengungsi," terang Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logisitik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin melalui pesan tertulis kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).
Banjir juga merendam beberapa ruas jalan sehingga lumpuh total, yaitu Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot, Jalan Raya Ciparay-Dayeuhkolot, Jalan Andir-Ketapang, Jalan Raya depan Metro, Jalan Raya Bojongsoang, Jalan Raya Cikarees depan Pom Bensin, Jalan Raya Dayeukolot depan Mesjid Ash-Shopia, Jalan Raya Kahatex, dan beberapa jalan di Kecamatan Margahayu, Majalaya, Katapang, Rancaekek, Dan Cileunyi yang belum semuanya terdata. Rata-rata ketinggian air yang merendam ruas jalan ini variatif, mulai dari 10-280 sentimeter. Paling tinggi, air terdapat di Jalan Andir-Katapang yang mencapai 280 sentimeter.
Saat ini, baik pengungsi maupun warga terdampak membutuhkan sejumlah kebutuhan logistik berupa tenda pengungsi, handsanitizer, masker, disinfektan, alat penyemprot disinfektan, paket sembako, sandang, dan susu bayi serta balita.
Sementara itu, dari Klaten juga didapatkan informasi hujan membuat Sungai Kaligawe meluap hingga akhirnya merendam 11 desa di sekitar daerah alirannya, Rabu (1/4/2020).
Desa yang terdampak berada di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Juwiring ada enam desa, Karangdowo tiga desa, dan Pedan, hanya satu desa.
Desa terdampak di Kecamatan Juwiring adalah Desa Juwiran, Ketitang, Sawahan, Bolopleret, Carikan, dan Taji. Sedangkan di Kecamatan Karangdowo, desa yang terendam banjir ada di Desa Kupang, Tulas, dan Sentono. Terakhir, di Kecamatan Pedan ada Desa Trokerton dan Kaligawe.
"Kami terus melakukan pemantauan," ujar Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianto kepada wartawan, Rabu (1/4/2020).
Hujan lebat selama empat jam telah membuat debit air Sungai Kaligawe naik hingga akhirnya meluap. Selain desa, air juga merendam jalan-jalan pedesaan hingga kecamatan setinggi lebih kurang satu meter. (Foto: Ant/Raisan Al Farisi)