Highlight

Gelar Lebaran Virtual, Kominfo Ajak Masyarakat Berdamai dengan Pandemi Covid-19

Siaran Pers No. 72/HM/KOMINFO/05/2020
Minggu, 24 Mei 2020
Tentang
Gelar Lebaran Virtual,
Kominfo Ajak Masyarakat Berdamai dengan Pandemi Covid-19

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak seluruh pegawai Kementerian Kominfo, mitra kerja dan masyarakat Indonesia untuk berdamai dengan pandemi Covid-19 di hari raya Idulfitri 1441 H.
"Hari penuh kemenangan ini semakin memperkokoh kesiapan kita untuk berdamai dengan Covid-19. Saya ingin menekankan bahwa berdamai bukan berarti menyerah. Berdamai adalah menyesuaikan diri dengan kedisiplinan yang tinggi untuk menjalankan protokol-protokol kesehatan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," ujarnya dalam Lebaran Virtual Bersama Kominfo dari Jakarta, Minggu (24/05/2020).
Menteri Kominfo menyatakan Ramadan dan Idulfitri tahun ini dijalankan dalam suasana yang berbeda. "Kita sebagai bangsa dan tentunya bangsa-bangsa lain di dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19. Seperti pesan Bapak Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam Takbir Akbar Nasional di Masjid Istiqlal tadi malam, bahwa Ramadan adalah bulan ketakwaan. Seorang hamba dinyatakan lulus ketika dapat menjadi pribadi yang lebih baik, serta melanjutkan amaliah Ramadan di bulan-bulan berikutnya," paparnya.
Menteri Johnny menekankan kembali arahan Presiden Joko Widodo untuk menghadapi Covid-19 dengan fokus pada aspek medis dan nonmedia. Tujuannya agar bebas dari Covid-19 serta menjaga produktivitas di bidang ekonomi, industri, dunia usaha, termasuk UMKM dan ultra mikro untuk menjaga lapangan pekerjaan rakyat.
"Masalah kesehatan, bebas dan sembuh dari Covid-19 menjadi yang utama. Namun, aspek nonmedis juga menjadi prioritas untuk dilakukan. Singkatnya Produktif dan Aman Covid-19 dengan jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan pakai sabun menjai normal baru dalam kehidupan keseharian kita sampai dengan ditemukannya antivirus, vaksin dan obat Covid-19," jelasnya.
Menteri Kominfo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas-ormas Islam, maupun ulama-ulama besar yang telah mengimbau agar perayaan kali ini dilakukan dengan tetap memenuhi protokol-protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
"Tentu, hari kemenangan ini perlu dirayakan dan disyukuri. Saya sangat mengapresiasi dan menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah patuh, dengan tidak mudik dan menjalankan silaturahmi Idulftri dan lebaran secara virtual," ungkapnya.
Menteri Johnny mengucapkan Selamat Idul Fitri 1441 Hijriah kepada seluruh umat Muslim di Indonesia dan keluarga besar Kementerian Kominfo. "Seraya dengan kerendahan hati memohon maaf lahir dan batin untuk setiap kesalahan dan kehilafan yang ada. Saya yakin dan percaya, bersama, kita menang dari corona atau Covid-19. Dan jangan lupa bangga buatan Indonesia cinta kreativitas anak negeri," ucapnya. 

Silaturahmi Virtual
Imam Besar Masjid Istiqlal K.H. Nasaruddin Umar, yang memberikan tausiah dalam lebaran virtual memberikan apresiasi kepada Menteri Kominfo dan Kementerian Kominfo. “Kementerian Kominfo yang paling proafktif melalui silaturahim secara virtual, ini mungkin juga pertama sepanjang dunia. Tidak pernah ada ada orang melakukan silaturahim virtual seperti ini. Pak Menteri membuat sejarah halalbihalal virtual,” ungkapnya.
KH Nasarudin Umar menyampaikan agar semua masyarakat Indonesia, khususnya seluruh pegawai Kementerian Kominfo agar tetap menaati protokol keseharan yang ditetapkan pemerintah. “Sebagaimana ditetapkan pemerintah, pekerjaan rumah kita semua untuk mengikuti protokol kesehatan. Hal itu juga mengikuti fatwa Majelis Ulama,” ujarnya mengingatkan.
Imam Besar Masjid Istiqlal juga mengingatkan kewajiban tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga. “Sesuai fatwa Majelis Ulama, ke mesjid itu sunnah sementara menjaga keselamatan diri dan keluarga itu wajib,” ucapnya.
KH Nasarudin Umar mengajak untuk menerapkan Islam yang membawa kedamaian. Hal itu salah satunya bisa dilakukan dengan tidak selalu mempertentangkan setiap kejadian atau setiap hal dalam keseharian. “Dan saya mengingatkan agar tidak membandingkan atau encounters antara ke mesjid dan pasar atau mall. Islam yang benar selalu mempertemukan tidak saling mempertentangkan. Misalnya Bapak Presiden kita mengatakan berdamailah dengan virus itu tidak perlu dipertentangkan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Imam Besar Masjid Istiqlal mengajak untuk membagi energi positif yang sangat dibutuhkan di tengah upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. “Kalau kita berbagi energi negatif maka itu bukan silaturahim. Silaturahmi itu bahasa Arab cinta jadi berbagi cinta. Bukan hanya bersilaturahim sesama umat manusia, apalagi bagi umat Islam ukhuwah islamiyah adalah yang paling tinggi,” paparnya.
Acara lebaran virtual dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Rosarita Niken Widiastuti. Acara itu juga dihadiri Pejabat Eselon I, Eselon II, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari berbagai provinsi di Indonesia. Hadir pula lewat konferensi video perwakilan lembaga/komunitas dan mitra kerja Kementerian Kominfo, seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Kominfo.