Highlight

Kerap Terjadi Kekeliruan Data Saat Pembagian Bansos


Dalam pembagian bantuan sosial (bansos), kerap terjadi kekeliruan data.
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengakui, pendataan warga penerima bantuan sosial tak pernah luput dari kekeliruan. Menurutnya, pasti ada saja warga yang tak terdata.
Padahal, kondisi Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini berdampak pada ekonomi masyarakat. Sehingga secara otomatis, warga yang membutuhkan bantuan ikut bertambah.
"Ya pendataan kan pasti ada miss-nya. Artinya pada pendataan mungkin sebelum Corona separah ini sekarang sudah tambah parah. Jadi temen-temen juga harus maklum. Pendataan itu tidak seindah yang dibayangkan," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).
Dia mengaku telah turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi warga.
Kabar baiknya, warga secara sadar saling membantu tetangganya yang membutuhkan tapi belum menerima bansos.
"Tapi begitu pelaksanaan di lapangan, temen-teman tadi liat sendiri bahwa warga juga mau sharing, mau bagi dengan tetangga-tetangganya," ungkapnya.
Meski begitu, jika berbicara data, menurutnya juga penting untuk pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara untuk bansos masyarakat ini.
Tapi bukan berarti saat penyaluran bantuan tidak bisa menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
"Jadi data penting tapi bukan 100 persen atau istilahnya harus selalu berpatokan sehingga kita tidak bisa fleksibel di dalam pelaksanaannya di lapangan," tutupnya.
sumber rri.co.id