Highlight

Jatim Kembangkan Terapi Plasma Darah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, mendapat bantuan sebanyak 21 pack plasma darah dari Kementerian Kesehatan. Diharapkan, hal ini sekurangnya akan memberi harapan sembuh terhadap sekitar 6 pasien.
Ketua Gugus Kuratif, dr. Joni Wahyuhadi mengatakan, metode terapi plasma convalescense ini sudah dilakukan di beberapa Rumah Sakit di Jatim, termasuk di RSUD dr. Soetomo, yang merawat pasien Covid-19.
"Dua puluh satu pack itu cukup untuk kira-kira 6 pasien," ujar dr. Joni, Selasa malam (2/5/2020). Dokter yang juga Direktur RSUD dr. Soetomo Surabaya ini berharap, terapi plasma darah akan diberikan kepada pasien pasien Covid-19 yang memiliki gejala klinis berat.
"Moga-moga nanti pasien pasien berat, yang perlu terapi plasma, bisa kita lakukan," ucapnya.
Sebelumnya, RSUD dr. Soetomo Surabaya melakukan terapi plasma darah terhadap 5 orang pasien. Dengan bantuan 21 pack plasma darah dari RSPAD kiriman Kemenkes ini, akan semakin bertambah pasien Covid-19 yang sembuh.
"Tetapi plasma convalescense ini adalah, orang yang sakit Covid, diberikan cairan plasma darah dari orang yang pernah sakit dan sembuh, sehingga dia punya antibody," imbuhnya.
Plasma darah ini, kata dr. Joni, biasanya berasal dari pendonor berusia antara 17 sampai 60 tahun. Kemudian tidak memiliki sakit infeksi pada darahnya, sehingga harus benar benar steril.