Highlight

TEKAN STRESS KERJA DENGAN MINDFULLNESS

Demak, 19 Februari 2020 hari rabu pukul 11.00 WIB.



Memiliki pekerjaan yang berarti adalah dambaan setiap orang, karena pekerjaan adalah sebuah ladang untuk menghasilkan. Tetapi sayang masalah masih banyak ditemui orang yang bekerja salah satunya adalah stress kerja. Jadi disini ungkapan yang pas adalah bekerja salah tidak bekerja makin salah. Ungkapan tersebut tak akan pernah ada manakala semua manusia menerima dan senantiasa mensyukuri apa yang diterimanya begitupun dengan pekerjaan yang dilakukannya sekarang ini.
Menindaklanjuti tentang stress yang sering timbul ditempat kerja sebetulnya dapat diminimalisir bahkan ditekan dengan menumbuhkan mindfulness bagi masing-masing pribadi seorang pekerja. Hadirkan kesadaran penuh dalam diri dengan mampu menerima setiap apapun yang terjadi dan mengesampingkan penilaian. Yang terpenting adalah melakukan apapun yang seharusnya dilakukan focus pada tujuan yang sekarang tanpa mengembara ke masa lalu dan masa yang akan datang.
Seseorang yang mampu menghadirkan mindfullness maka dia akan mampu menggapai kebahagiaan dalam hidup. Berbicara lebih dalam tentang mindfulness ada satu kata yang perlu digarisbawahi yaitu penilaian dan inilah yang sering terjadi pada sebagian besar masyarakat kita sehingga menghambat kebahagiaan yang ada dalam diri mereka. Penilaian masih menjadi hal yang sensitive dalam kehidupan, sehingga kebanyakan orang mereka melakukan sesuatu hanya takut dengan penilaian hasilnya dia sampai mati-matian melakukan apapun agar orang lain menilai dirinya baik.
Hal tersebut selama ini yang sering terjadi ditempat kerja, orang bekerja sepenuh tenaga hanya ingin dinilai baik atasan hanya ingin mengejar target yang telah ditetapkan. Bekerja seperti dibawah tekanan merasa terbebani hingga akhirnya streslah yang didapat. Hindari kondisi ini dengan melakukan pekerjaan focus pada tujuan serta jangan takut dinilai orang sehingga pekerjaan akan terasa ringan untuk dijalankan.
Memang tidak mudah untuk menghadirkan mindfulness karena ini terkait dengan kecerdasan emosi seseorang, karena seseorang yang baper dia akan mengalami hambatan untuk menghadirkan mindfulness ini. Untuk itu kelola emosi terlebih dahulu agar kita mampu menghadirkan mindfulness disegala kondisi. Apapun kondisi yang ada anggaplah sebagai hal yang wajar adanya. Misalkan pimpinan yang sering marah karena kita bekerja tidak sesuai target, hasil kerja kita dianggap tidak sesuai dengan SOP. Sudahlah biarkan hal tersebut terjadi dan dipikiran kita menganggap memang itulah tugas pimpinan dibayar untuk memarahi anak buah dan sebaliknya kita sebagai anak buah dibayar memang untuk dimarahi.
Jika kondisi diatas mampu kita lakukan dan hanya focus dengan apa yang kita kerjakan sekarang, melupakan masa lalu yang mungkin pernah dimarahi pimpinan maka mindfulness akan mampu kita hadirkan. Hingga akhirnya stress akan dapat di tekan bekerja enak untuk dijalankan dan performance optimal akan mampu kita dapatkan.
Oleh Nur Chasanah, S.Psi