Highlight

HIDUP ITU BUTUH KONTRIBUSI TAK SEKDAR RESTORASI

Demak, 20 Februari 2020 Hari Kamis Pukul 09.00 WIB.



Setiap kita bisa bicara tapi sayang setiap kita terkadang kesulitan melakukan yang kita bicarakan.Bicara memang mudah tapi melakukan itu susah terlebih dinunia yang sangat komplek seperti sekarang ini.

Anak-anak,remaja,orang dewasa,orang tua semua mampu bicara.Terlebih memang bicara itu gtaris dan tak larangan didalamnya,tapi perlu kita pahami apakah konten yang dibicarakan itu berisi atau tidak?.Untuk itu jika ingin bicara landasilah dengan ilmu dan pengalaman didalamnya.

Dunia yang bergerak semakin cepat seperti sekarang ini butuh kontribusi yang mampu memberikan dukungan disegala situasi tak hanya butuh restorasi sesaat yang akhirnya hanya akan membuat orang tersesat.

Kontribusi tak hanya sekedar materi tetapi lebih dari aktivitas yang berarti yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan semesta ini.Teringat ungkapan Pak Jokowi bahwa kita diharapkan mampu untuk bekerja keras,cerdas dan ikhlas itu sebenarnya meliputi keterlibatan konatif,kognitif dan afeksi.

Begitupun dalam memberikan kontribusi pada negeri ini jangan membatasi pada ukuran materi karena tak semua orang memiliki materi.Untuk itu berilah materi yang meliputi kemampuan kognitif,afeksi dan konatif.

Artinya jika kita baru mampu memberi kontribusi pada ranah konatif maka berikanlah tenagamu,jika kita mampu memberi kontribisi pada ranah afeksi maka libatkanlah emosimu dalam membantu sesamamu dan berusaha tak menyakiti lingkungan disekitarmu.Begitupun jika kau mampu untuk memberi pada ranah kognitif maka berkontribusilah dengan ide dan gagasan yang kau punyai.

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna lakukanlah aktivitas yang bermanfaat bagi semesta dengan melakukan aktivitas yang besar hindari aktivitas yang kecil yang membuat dirimu tampak kerdil.Semesta membutuhkan kontribusi tak sekedar retorasi untuk menjadikannya lebih berisi.
Oleh Nur Chasanah, S.Psi