Highlight

Sabun adalah disinfektan paling ampuh. Tak perlu sabun antiseptik. Asal namanya sabun


Sabun bekerja dengan cara mengikat minyak dan lemak. Minyak dan lemak yang terikat akan terbuang bersama air. Makanya, tangan licin sehabis makan gorengan tetap licin meski diseka tisu, bahkan tisu basah berkali-kali; tapi langsung kesat begitu dicuci dengan sabun dan air.

Kulit kita juga mengeluarkan minyak bersama keringat. Bukan hanya wajah, tapi seluruh kulit Anda berminyak. Kotoran dan daki menempel pada lapisan minyak di kulit. Tapi saat kita sabunan, minyak ini terikat dan terbuang bersama air, membawa serta kotoran dan daki, termasuk kuman.

Virus dan bakteri memiliki "kulit" tipis berbahan lemak, yang langsung rontok begitu kena sabun. Bayangkan kulit sekujur tubuh Anda dicopot dalam sekejap. Apakah Anda masih bisa hidup?

Sabun adalah disinfektan paling murah. Tak perlu sabun cair. Sabun batangan dua ribuan pun sama ampuhnya.

Kok bisa?

Banyak orang mengira sabun batangan tidak bersih. Mereka jelas tak tahu cara kerja sabun.

Virus dan bakteri yang melekat pada sabun batangan sudah hancur luluh dan tidak berbahaya lagi.

Sabun batangan memang kadang jatuh, kena kuman dan debu di lantai. Tapi ingat, kuman alias virus dan bakteri langsung mati begitu kena sabun. Dan debu yang menempel mudah dibersihkan dengan air.

Tipsnya: cuci sabun batangan dengan air setelah digunakan.

Sabun adalah disinfektan paling tua. Orang Babilonia sudah membuatnya 5 ribu tahun lalu.

Resepnya mudah: lemak dan soda, yang didapat dari abu sisa perapian. Semua direbus dalam panci, hingga lapisan putih kental terpisah dari cairan bening manis di bawahnya. Lapisan putih ini disaring lalu dikeringkan. Jadilah sabun.

'Sabun' berasal dari 'savon', yang berasal dari Sapo, nama gunung dalam mitologi Roma. Alkisah, Gunung Sapo adalah situs sakral pengorbanan hewan bakaran bagi para dewa. Lemak hewan korban dan abu bakaran ini agaknya jadi bahan pembuatan sabun. Penemuan berulang memang lumrah dalam sejarah.

Roma menjajah Yunani, mencontek matematika dan hobinya: mandi bareng di kolam pemandian umum, seperti mafia Rusia di film laga.

Archimides menemukan hukum massa jenis saat mencelupkan badannya di kolam pemandian umum. Seakan sontak mendapat ilham, ia berlari keluar telanjang sambil berteriak, "eureka, eureka!" Aku dapat, aku dapat! Dan kita mewarisi kisah ini, tentu saja, dari tulisan Roma.

Tapi Roma selalu punya inovasi: pemandian air panas artifisial, bukan alami, tapi air panas rebusan untuk kolam-kolam pemandian umum sebesar gedung konser. Dan mereka sudah mandi dengan sabun.