Highlight

Covid-19 Masih Tinggi, Inggris akan Longgarkan Lockdown

Angka pasien positif virus corona jenis baru atau Covid-19 di Inggris telah mencapai lebih dari 187 ribu kasus. Namun di tengah kasus infeksi Covid-19 yang masih tinggi, pemerintah setempat malah berencana untuk melonggarkan lockdown atau penguncian wilayah. 
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan akan mengungkap rencana pemerintah dalam beberapa hari mendatang ketika Inggris sudah melewati puncak penularan pandemi Covid-19. Diketahui Johnson sendiri pernah terinfeksi Covid-19, dan dirawat intensif selama tiga hari.
"Itu adalah momen yang sulit, saya tidak akan menyangkalnya, mereka memiliki strategi untuk menghadapi skenario tipe kematian Stalin,” ungkapnya seperti yang dikutip dari The Sun, Minggu (4/5/2020).
Media nasional Inggris menyebut kemungkinan sekolah dasar akan dibuka kembali pada awal Juni. Sementara di lokasi transportasi umum, akan dilakukan pemeriksaan suhu penumpang. Bagi turis, pemerintah telah memperhitungkan soal periode karantina terlebih dahulu.
Demi pencegahan wabah gelombang kedua, pemerintah Inggris telah menyiapkan pelacakan kontak menggunakan aplikasi smartphone. Aplikasi ini bisa digunakan untuk mengecek seseorang yang kontak dengan siapa saja. Sehingga, pemerintah bisa memetakan potensi penularan.
Berdasarkan data John Hopkins University, Inggris menempati posisi ke-empat kasus positif Covid-19 terbanyak di dunia. Terdapat 187.840 orang terinfeksi virus corona dan 28.520 orang meninggal dunia akibat pandemi Covid-19.
sumber rri.co.id